News Studentsite

Juni 20, 2012

Manajemen Resiko Keuangan

Tujuan Belajar

  1. Mengidentifikasi komponen-komponen utama resiko mata uang asing.
  2. Mengetahui tugas dalam mengelola resiko mata uang asing.
  3. Mendefinisikan dan menghitung resiko translasi.
  4. Mendefinisikan dan menghitung resiko transaksi.
  5. Mengetahui perbedaan resiko akuntansi dan resiko ekonomi.
  6. Mengetahui strategi perlindungan nilai tukar dan perlakuan akuntansi yang diperlukan.
  7. Memahami masalah akuntansi dan pengendalian, terkait dengan manajemen resiko nilai tukar mata uang asing.

Pembuka

Para eksekutif keuangan menghargai cara baru dan imaginatif untuk meminimalkan eksposur atas volatilitas valas, harga komoditi, tingkat suku bunga, dan harga sekuritas.
Industri keuangan menawarkan produk lindung nilai keuangan, seperti swap mata uang asing, swap suku bunga dan opsi.
Pembuat standar akuntansi membahas prinsip/standar pengukuran dan pelaporan yang tepat untuk produk-produk keuangan, sehingga perusahaan melakukan pelaporan keuangan secara internasional semakin baik.
Semua ini untuk mengurangi resiko penggunaan instrumen yang sering tertutup. Oleh karena itu mempelajari istilah manajemen resiko menjadi penting.

Hal Mendasar Manajemen Resiko

Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.
Untuk itu, kita memerlukan pengetahuan tentang:
  1. Resiko Pasar
  2. Resiko Likuiditas
  3. Diskontinuitas Pasar
  4. Resiko Kredit
  5. Resiko Regulasi
  6. Resiko Pajak
  7. Resiko Akuntansi 

Mengapa Mengelola Resiko Keuangan?

Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukai manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.
Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar dan kebangkrutan.
Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran.
Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.
Kreditur -----> Toleransi resiko lebih rendah dibanding stakeholders
Karyawan ---> Melalui dana pensiun dan imbalan lebih baik

Peranan Akuntansi

  • Identifikasi resiko pasar
  • Mengkuantifikasi penyeimbangan
  • Manajemen resiko di dunia dengan kurs mengambang
  1. Antisipasi pergerakan kurs
  2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
  3. Perancangan strategi perlindungan
  4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal
  • Manajemen potensi resiko
  1. Potensi resiko translasi
  2. Potensi resiko transaksi
  3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi
  • Strategi perlindungan
  1. Lindung Nilai Neraca
  2. Lindung Nilai Operasional
  3. Lindung Nilai Kontraktual

Peranan Akuntansi (Lanjutan)

  • Akuntansi Untuk Produk Lindung Nilai
  1. Kontrak Forward Valas
  2. Future Keuangan
  3. Opsi Mata Uang
  4. Swap Mata Uang
  5. Pelakuan Akuntansi
  6. Isu Praktek

Pengungkapan

  • Manajemen Resiko Keuangan
  1. Mata uang asing (Foreign Currency)
  2. Nilai atas resiko (Value at Risk)
  • Transaksi Lindung Nilai dan Instrumen Keuangan Derivatif
  • Manajemen Mata Uang Asing
  • Kendali Keuangan
  • Poin-poin Pengendalian Keuangan
  • Acuan yang Tepat
  • Sistem Pelaporan
Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar