News Studentsite

Juni 27, 2012

Bab 6 Translasi Mata Uang Asing

Tujuan Belajar:

  1. Membedakan translasi dan konversi antar mata uang asing
  2. Memahami istilah-istilah dalam translasi mata uang asing
  3. Mengetahui perbedaan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
  4. Menghitung keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
  5. Memahami pengaruh penggunaan berbagai metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan
  6. Melakukan evaluasi dan memilih metode translasi mata uang asing terbaik sesuai kondisi usaha dan pasar uang
  7. Memahami hubungan antara translasi mata uang asing dengan inflasi

Alasan-alasan Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi di dalam/luar negeri, laporan keuangan konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh.
Laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut TRANSLASI.
Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja manajemen.

Latar Belakang dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.
Pasar uang merupakan tempat jual beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.
Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, swap.
  1. Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
  2. Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
  3. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualan spot atas mata uang secara bersamaan.

Istilah Mata Uang Translasi

  • Atribut
  • Konversi
  • Diskonto
  • Posisi aktiva bersih beresiko
  • Mata uang asing
  • L/K dalam mata uang asing
  • Transaksi mata uang asing
  • Translasi mata uang asing
  • Operasi luar negeri
  • Kontrak pertukaran forward
  • Mata uang fungsional
  • Kurs historis
  • Mata uang lokal
  • Pos-pos moneter
  • Mata uang pelaporan
  • Tanggal penyelesaian
  • Kurs spot
  • Tanggal transaksi
  • Penyesuaian translasi
  • Unit pengukuran

Permasalahan

Karena volatilitas kurs nilai tukar Eropa, Amerika, dan Asia berfluktuasi, translasi menimbulkan keuntungan/kerugian. (Lihat di www.federalreserve.gov/releases/H10/hist/)
Pada 1 Januari 2002, euro secara resmi menjadi mata uang dari 12 negara Eropa. Pada Mei 2004, lebih dari 10 negara-negara Uni Eropa lain menyusul.

Contoh translasi:
Negara                              Kurs
Euro                                1.0000
Schiling Austria               13.7603
Lira Italia                     1936.2700

100 Schiling Austria berapa Lira?
I. Schiling Austria ke Euro ---------------> 100/13.7603 = 7.267283 Euro
II. Euro ke Lira --------------------------> 7.267283 x 1936.27 = 14071.42 Lira

Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K

Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:
  1. Kurs kini
  2. Kurs historis
  3. Kurs rata-rata
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.

Transaksi Mata Uang Asing

  • Perspektif Transaksi Tunggal
Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuiaian terhadap akun transaksi dan penyelesaiannya merupakan satu peristiwa tunggal.
  •  Perspektif Dua Transaksi
Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan tombulnya piutang.

Translasi Mata Uang Asing

  • Metode kurs tunggal
Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.
  • Metode kurs berganda
Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu: Metode kini-non kini, metode moneter-non moneter, dan metode temporal.

Pengaruh Laporan Keuangan
Keuntungan dan kerugian translasi:
  • Penangguhan ---------> 1. Penangguhan dan Amortisasi, 2. Penangguhan Parsial
  • Tidak ditangguhkan

Perkembangan Akuntansi Translasi

  • Sebelum 1967
Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai bab 12 ARB No. 43.
  • 1965-1975
Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini. 
  • 1975-1981
Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.
  • 1981-kini
FASb mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.

Isi SFAS No. 52

SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah.
Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (Functional Currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama dimana perusahaan beroperasi.
Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugian kurs.

Pilihan metode translasi:
  1. Translasi apabila mata uang lokal merupakan mata uang fungsional
  2. Translasi apabila Dollar AS merupakan mata uang fungsional
  3. Translasi apabila mata uang asing merupakan mata uang fungsional

Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar