News Studentsite

Juni 27, 2012

Penetapan Harga Transfer dan Perpajakan Internasional

Tujuan Belajar

  1. Mendefinisikan konsep dasar perpajakan internasional
  2. Memahami konsep keterkaitan pajak dengan laba dari luar negeri
  3. Memahami alasan terhadap kredit pajak luar negeri
  4. Menjadi peka terhadap perencanaan pajak internasional dalam perusahaan multinasional
  5. Mengetahui variabel-variabel dalam penentuan harga transfer internasional
  6. memahami masalah mendasar dalam metode pengalihan harga

Pembuka

Faktor pajak dan mata uang memiliki pengaruh besar terhadap kepurusan investasi, bentuk organisasi, sumber pendanaan, kapan/dimana pengakuan pendapatan/beban, dan harga transfer.
Kebanyakan perusahaan terbebani dengan masalah aturan perpajakan (disamping COGS, Labour, dan Raw Material). Karena aturan perpajakan masing-masing negara berbeda-beda, perusahaan perlu memiliki sistem perencanaan pajak multinasional dan sistem simulasi berbasis komputer sebagai alat bantu yang esensial bagi manajemen.
Perusahaan harus memahami perbedaan utama sistem perpajakan nasional, upaya nasional membahas masalah pajak berganda, dan peluang arbitrase antara wilayah yurisdiksi nasional bagi perusahaan multinasional.
Penetapan harga transfer berperan untuk meminimalkan pajak perusahaan nasional, tetapi juga harus mempertimbangkan konteks perencanaan dan kontrol strategis.

Keanekaragaman Sistem Pajak Nasional

Macam-macam pajak:
  • Pajak langsung
  • Pajak tidak langsung
  • PPh badan
  • Pajak pungutan
  • PPN 
  • Pajak perbatasan
  • Pajak transfer
Beban Pajak

Sistem administrasi pajak:
  • Sistem klasik
  • Sistem terintegrasi
Insentif pajak luar negeri:
  • Tax holiday
  • Tax havens
Kompetisi pajak yang membahayakan

Harmonisasi internasional

Pemajakan Terhadap Sumber Laba dari Luar Negeri dan Pajak Berganda

  • Kredit pajak luar negeri
  • Pembatasan kredit pajak
  • Perjanjian pajak
  • Pertimbang mata uang asing

Definisi Perencanaan Pajak

  • Pertimbangan organisasi
  • Perusahaan luar negeri yang dikendalikan dan laba sub bagian
  • Induk perusahaan di luar negeri
  • Perusahaan penjualan luar negeri
  • Keputusan pendanaan
  • Penggabungan kredit pajak
  • Alokasi akuntansi biaya
  • Lokasi dan penentuan harga transfer

Penentuan Harga Transfer Internasional Variabel yang Rumit

  • Faktor pajak
  • Faktor tarif
  • Faktor daya saing
  • Resiko lingkungan 
  • Faktor evaluasi kinerja
  • Kontribusi akuntansi

Metodologi Penentuan Harga Transfer

  • Harga vs biaya vs ....?
  • Prinsip harga wajar
  • Metode harga tidak terkontrol yang setara
  • Metode transaksi tidak terkontrol yang setara
  • Metode harga jual kembali
  • Metode penentuan biaya plus
  • Metode laba sebanding
  • Metode pemisahan laba
  • Metode penentuan harga lainnya
  • Perjanjian penentuan harga lanjutan

Praktek Harga Transfer

Setiap perusahaan memang berbeda dari berbagai dimensi. Biasanya setiap perusahaan menjalankan praktek harga transfer sebagai suatu kewajiban.
Banyak faktor yang mempengaruhi harga transfer. Tetapi harga transfer memiliki 3 tujuan utama, yaitu:
  1. Mengelola beban pajak (dominan)
  2. Penggunaan operasional transfer pricing (mempertahankan posisi daya saing perusahaan, mempromosikan evaluasi kinerja, memberi motivasi kepada karyawan, mengelola inflasi)
  3. Mengelola resiko nilai tukar asing dan menghilangkan pembatasan atas transfer kas relatif

Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono

Bab 6 Translasi Mata Uang Asing

Tujuan Belajar:

  1. Membedakan translasi dan konversi antar mata uang asing
  2. Memahami istilah-istilah dalam translasi mata uang asing
  3. Mengetahui perbedaan keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
  4. Menghitung keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
  5. Memahami pengaruh penggunaan berbagai metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan
  6. Melakukan evaluasi dan memilih metode translasi mata uang asing terbaik sesuai kondisi usaha dan pasar uang
  7. Memahami hubungan antara translasi mata uang asing dengan inflasi

Alasan-alasan Melakukan Translasi

Perusahaan dengan operasi di dalam/luar negeri, laporan keuangan konsolidasi penting agar pengguna memahami secara utuh.
Laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut TRANSLASI.
Translasi menyebabkan kesulitan dalam menentukan keuntungan dan kerugian (dalam satu korporasi) maupun antar periode. Tantangan inilah yang mempengaruhi evaluasi kinerja manajemen.

Latar Belakang dan Terminologi

Translasi tidak sama dengan konversi. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter. Dalam translasi tidak ada pertukaran fisik dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.
Pasar uang merupakan tempat jual beli mata uang negara-negara dagang utama. Tempat inilah yang menjadi tempat transaksi perdagangan, transfer pembayaran kredit, dan pengiriman barang sehingga para pelaku bisnis terlindung dari resiko ketidakstabilan nilai tukar.
Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, swap.
  1. Mata uang yang diperjualbelikan pada spot harus dikirimkan secepatnya.
  2. Transaksi pada forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan.
  3. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau melibatkan pembelian forward dan penjualan spot atas mata uang secara bersamaan.

Istilah Mata Uang Translasi

  • Atribut
  • Konversi
  • Diskonto
  • Posisi aktiva bersih beresiko
  • Mata uang asing
  • L/K dalam mata uang asing
  • Transaksi mata uang asing
  • Translasi mata uang asing
  • Operasi luar negeri
  • Kontrak pertukaran forward
  • Mata uang fungsional
  • Kurs historis
  • Mata uang lokal
  • Pos-pos moneter
  • Mata uang pelaporan
  • Tanggal penyelesaian
  • Kurs spot
  • Tanggal transaksi
  • Penyesuaian translasi
  • Unit pengukuran

Permasalahan

Karena volatilitas kurs nilai tukar Eropa, Amerika, dan Asia berfluktuasi, translasi menimbulkan keuntungan/kerugian. (Lihat di www.federalreserve.gov/releases/H10/hist/)
Pada 1 Januari 2002, euro secara resmi menjadi mata uang dari 12 negara Eropa. Pada Mei 2004, lebih dari 10 negara-negara Uni Eropa lain menyusul.

Contoh translasi:
Negara                              Kurs
Euro                                1.0000
Schiling Austria               13.7603
Lira Italia                     1936.2700

100 Schiling Austria berapa Lira?
I. Schiling Austria ke Euro ---------------> 100/13.7603 = 7.267283 Euro
II. Euro ke Lira --------------------------> 7.267283 x 1936.27 = 14071.42 Lira

Pengaruh Alternatif Kurs Translasi Terhadap L/K

Kurs nilai tukar untuk translasi mata uang asing menjadi mata uang domestik terdiri dari:
  1. Kurs kini
  2. Kurs historis
  3. Kurs rata-rata
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi L/K dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing.
Transaksi mata uang asing terjadi saat perusahaan membeli/menjual barang (pembayaran dalam mata uang asing atau perusahaan meminjam/meminjamkan mata uang asing), sedang translasi diperlukan untuk mempertahankan catatan akuntansi dalam mata uang perusahaan pelapor.

Transaksi Mata Uang Asing

  • Perspektif Transaksi Tunggal
Penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuiaian terhadap akun transaksi dan penyelesaiannya merupakan satu peristiwa tunggal.
  •  Perspektif Dua Transaksi
Penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan tombulnya piutang.

Translasi Mata Uang Asing

  • Metode kurs tunggal
Penerapan satu kurs nilai tukar, yaitu kurs kini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancar.
  • Metode kurs berganda
Menggabungkan kurs nilai tukar historis dan kurs nilai tukar kini dalam proses transaksi. Ada 3 metode, yaitu: Metode kini-non kini, metode moneter-non moneter, dan metode temporal.

Pengaruh Laporan Keuangan
Keuntungan dan kerugian translasi:
  • Penangguhan ---------> 1. Penangguhan dan Amortisasi, 2. Penangguhan Parsial
  • Tidak ditangguhkan

Perkembangan Akuntansi Translasi

  • Sebelum 1967
Praktek akuntansi perusahaan AS dipandu oleh Accounting Research Bulletin (ARB) No. 4 yang kemudian terbit kembali sebagai bab 12 ARB No. 43.
  • 1965-1975
Menurut ARB No. 43, persediaan boleh ditranslasi dengan kurs historis, hutang jangka panjang ditranslasi dengan kurs kini. Accounting Board Opinion No. 6 tahun 1965 membolehkan mentranslasi hutang piutang dengan kurs kini. 
  • 1975-1981
Untuk mengakhiri polemik translasi, FASB mengeluarkan FAS No. 8 tahun 1975 yang mengharuskan menggunakan translasi temporal dan keuntungan/kerugian translasi dan transaksi harus diakui sebagai laba/rugi selama periode perubahan nilai tukar.
  • 1981-kini
FASb mengundang komentar publik yang tidak puas atas FAS No. 8. Akhirnya terbitlah Statement of Financial Accounting Standards No. 52 tahun 1981.

Isi SFAS No. 52

SFAS No. 52 mengakui sudut pandang induk maupun anak perusahaan sebagai kerangka dasar pelaporan yang sah.
Dalam L/K konsolidasi mata uang primer yang digunakan setiap entitas disebut mata uang fungsional (Functional Currency). Jadi mata uang fungsional setiap entitas merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama dimana perusahaan beroperasi.
Penentuan mata uang fungsional menentukan pula pilihan metode translasi untuk konsolidasi dan perlakuan keuntungan/kerugian kurs.

Pilihan metode translasi:
  1. Translasi apabila mata uang lokal merupakan mata uang fungsional
  2. Translasi apabila Dollar AS merupakan mata uang fungsional
  3. Translasi apabila mata uang asing merupakan mata uang fungsional

Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono



 

Juni 20, 2012

Manajemen Resiko Keuangan

Tujuan Belajar

  1. Mengidentifikasi komponen-komponen utama resiko mata uang asing.
  2. Mengetahui tugas dalam mengelola resiko mata uang asing.
  3. Mendefinisikan dan menghitung resiko translasi.
  4. Mendefinisikan dan menghitung resiko transaksi.
  5. Mengetahui perbedaan resiko akuntansi dan resiko ekonomi.
  6. Mengetahui strategi perlindungan nilai tukar dan perlakuan akuntansi yang diperlukan.
  7. Memahami masalah akuntansi dan pengendalian, terkait dengan manajemen resiko nilai tukar mata uang asing.

Pembuka

Para eksekutif keuangan menghargai cara baru dan imaginatif untuk meminimalkan eksposur atas volatilitas valas, harga komoditi, tingkat suku bunga, dan harga sekuritas.
Industri keuangan menawarkan produk lindung nilai keuangan, seperti swap mata uang asing, swap suku bunga dan opsi.
Pembuat standar akuntansi membahas prinsip/standar pengukuran dan pelaporan yang tepat untuk produk-produk keuangan, sehingga perusahaan melakukan pelaporan keuangan secara internasional semakin baik.
Semua ini untuk mengurangi resiko penggunaan instrumen yang sering tertutup. Oleh karena itu mempelajari istilah manajemen resiko menjadi penting.

Hal Mendasar Manajemen Resiko

Tujuan utama manajemen resiko keuangan adalah untuk meminimalkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga harga mata uang, kredit, komoditas, dan ekuitas.
Untuk itu, kita memerlukan pengetahuan tentang:
  1. Resiko Pasar
  2. Resiko Likuiditas
  3. Diskontinuitas Pasar
  4. Resiko Kredit
  5. Resiko Regulasi
  6. Resiko Pajak
  7. Resiko Akuntansi 

Mengapa Mengelola Resiko Keuangan?

Mengendalikan resiko keuangan dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena investor menyukai manajer keuangan yang mampu mengidentifikasi dan mengelola resiko pasar.
Stabilitas aliran kas bisa meminimalkan kejutan laba, sehingga ekspektasi arus kas naik. Stabilitas laba mengurangi resiko gagal bayar dan kebangkrutan.
Manajemen eksposur yang aktif membuat perusahaan bisa konsentrasi pada resiko bisnis utama. Misal, perusahaan manufaktur dapat terlindung dari resiko suku bunga dan mata uang dengan berkonsentrasi pada produksi dan pemasaran.
Pemberi pinjaman (kreditur), karyawan dan pelanggan juga bisa memperoleh manfaat dari manajemen eksposur.
Kreditur -----> Toleransi resiko lebih rendah dibanding stakeholders
Karyawan ---> Melalui dana pensiun dan imbalan lebih baik

Peranan Akuntansi

  • Identifikasi resiko pasar
  • Mengkuantifikasi penyeimbangan
  • Manajemen resiko di dunia dengan kurs mengambang
  1. Antisipasi pergerakan kurs
  2. Pengukuran resiko kurs valuta asing
  3. Perancangan strategi perlindungan
  4. Pembuatan sistem pengendalian manajemen resiko internal
  • Manajemen potensi resiko
  1. Potensi resiko translasi
  2. Potensi resiko transaksi
  3. Potensi resiko akuntansi vs ekonomi
  • Strategi perlindungan
  1. Lindung Nilai Neraca
  2. Lindung Nilai Operasional
  3. Lindung Nilai Kontraktual

Peranan Akuntansi (Lanjutan)

  • Akuntansi Untuk Produk Lindung Nilai
  1. Kontrak Forward Valas
  2. Future Keuangan
  3. Opsi Mata Uang
  4. Swap Mata Uang
  5. Pelakuan Akuntansi
  6. Isu Praktek

Pengungkapan

  • Manajemen Resiko Keuangan
  1. Mata uang asing (Foreign Currency)
  2. Nilai atas resiko (Value at Risk)
  • Transaksi Lindung Nilai dan Instrumen Keuangan Derivatif
  • Manajemen Mata Uang Asing
  • Kendali Keuangan
  • Poin-poin Pengendalian Keuangan
  • Acuan yang Tepat
  • Sistem Pelaporan
Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono

 

Bab 9 Analisis Laporan Keuangan Internasional

Tujuan Belajar:

  • Memahami kesulitan-kesulitan analisis strategi bisnis internasional dan strategi dsar untuk pengumpulan informasi.
  • Menjelaskan langkah-langkah analisis akuntansi.
  • Memahami pengaruh analisis akuntansi terhadap akuntansi antar negara dan kesulitannya dalam memperoleh informasi yang diperlukan.
  • Mengenali mekanisme untuk mengatasi perbedaan prinsip akuntansi antar negara.
  • Memahami kesulitan dan kelemahan dalam analisis laporan keuangan internasional.
  • Memahami bagaimana menggunakan www untuk memperoleh informasi penelitian perusahaan.

Pembuka

Banyak transaksi bisnis internasional, seperti:
  • Merger dan akuisisi semakin banyak terjadi
  • Potensi dan kekuatan asing investasi tinggi
  • Pengurangan hambatan perdagangan,
  • dan sebagainya

Peluang dan Tantangan Analisis Lintas Bisnis

  • Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi, sejumlah negara berbeda dalam praktek, kualitas pengungkapan, sistem hukum/UU, cara, sifat, dan resiko usaha.
  • Kualitas informasi berhubungan erat dengan kredibilitas perusahaan sehingga banyak negara berupaya keras memperbaiki ketersediaan dan kualitas informasi mengenai perusahaan publik.
  • Globalisasi pasar modal, kemajuan IT dan kompetisi, bursa efek, dan peningkatan kegiatan perdagangan merupakan kekuatan untuk memperbaiki praktek pelaporan keuangan perusahaan.
  • Globalisasi mendorong analisis domestik semakin kurang relevan. Ketergantungan satu sama lain semakin tinggi dan tidak ada perusahaan yang bisa menghindar dari peristiwa global.

Kerangkka Dasar Analisis Usaha

Palepu et al. (1996) membuat kerangka dasar untuk analisis dan penilaian usaha, yaitu:
  • Analisis strategi usaha
  • Analisis akuntansi
  • Analisis Keuangan
  • Analisis Prospektif

Analisis Strategi Usaha

  • Ketersediaan informasi
  • Rekomendasi untuk melakukan analisis 

Analisis Akuntansi

  • Tujuan Analisis Akuntansi
  • Saran Untuk Para Analis

Analisis Keuangan Internasional

  • Analisis Rasio
  • Analisis Rasio Kas
  • Mekanisme untuk mengatasi

Analisis Prospektif Internasional

Mencakup dua tahap, yaitu: 
  1. Peramalan
  2. Penilaian 

Isu Lebih Lanjut

  • Akses informasi
  • Ketepatan waktu informasi
  • Pertimbangan mata uang asing
  • Perbedaan dalam format laporan
  • hambatan bahasa 
 
Akuntansi Internasional-Bapak Sigit Sukmono


Juni 10, 2012

Harmonisasi Akuntansi Internasional

Tujuan Belajar 

  • Memahami perbedaan harmonisasi dan standarisasi yang belaku dalam standar akuntansi.
  • Menjelaskan pro dan kontra harmonisasi standar akuntansi internasional.
  • Memahami arti rekonsilisasi dan pengakuan bersama (timbal balik) terhadap perbedaan standar akuntansi.
  • Mengidentifikasi standar organisisi yang mempromosikan harmonisasi dan memiliki peran penting dalam penetapan satndar akuntansi internasional.
  • Mendeskripsikan pendekatan baru Uni Eropa dan mengaitkannya dengan integrasi pasar keuangan eropa.

Pembuka

  • Harmonisasi merupakan proses untuk meningkatkan kompatibel (kesesuaian) praktek akuntansi yang berasal dari berbagai negara.
  • Harmonisasi dan Standarisisi.
  • Komparabilitas.
  • Harmonisasi akuntansi mencakup:
  1. Standar akuntansi (pengukuran dan pengungkapan)
  2. Pengungkapan oleh perusahaan publik tentang penawaran surat berharga dan pecataatan di Bursa Efek.
  3. Standar audit    

Survei Harmonisasi Internasional

  1. Keuntungan harmonisasi internasional
  2. Kritik atas standar internasional
  3. Rekonsiliasi dan pengakuan bersama
  4. Penerapan standar internasional

Peristiwa Penting Penentuan Standar Akuntansi Internasional

  • 1959 - Jacob Kraayenhoft, pendiri firma akuntan di Eropa mendorong dimulainya pembuatan standar akuntansi internasional.
  • .......................
  • 1973 - International Accounting Standard Committee (IASC) didirikan.
  • 2001 - International Acounting Standard Board (IASB) menggantikan IASC.
  • Dan seterusnya

Organisasi Internasional Pendorong Harmonisasi Akuntansi 

  1. International Accounting Standard Board (IASB)
  2. Komisi Uni Eropa (EU)
  3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
  4. International Federation of Accountant (IFAC)
  5. Kelompok kerja ahli pemerintah PBB dalam ISAR dan UNTACD
  6. Kelompok kerja dalam OECD

Badan Standar Akuntansi Internasional

  • Tujuan International Accounting Standard Board - IASB (dahulu IASC):
  1. Mengembangkan standar akuntansi global
  2. Mendorong penggunaan dan penerapan standar
  3. Membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan internasional
  • Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
  • Struktur baru IASB: 
  1. Badan wali
  2. Dewan IASB
  3. Dewan Penasehat Standar
  4. Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)

Badan Standar Akuntansi Internasional (Lanjut)

  • Pengakuan dan Dukungan bagi IASB
  • Respon Komisi Pasar Modal AS terhadap IFRS
  • Perbandingan IFRS dan Prinsip Akuntansi Komprehensif lain

 Uni Eropa (EU)

  • Direktif keempat, ketujuh, dan kedelapan 
  • Upaya harmonisasi EU
  • Pendekatan baru EU dan Integritas Pasar Uang Eropa
  • Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
  • Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
  • Kelompok Kerja Antar Pemerintah PBB untuk pakar dalam Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan (ISAR)
  • Organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan (OECD)
Sumber: Bapak Sigit Sukmono-Akuntansi Internasional



 

Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

Tujuan Belajar

  • Memahami mengapa laporan keuangan memiliki potensi untuk menyesatkan selama periode perubahan harga.
  • Mengetahui istilah-istilah akuntansi inflasi dan memahami pengaruh penyesuainan harga terhadap laporan keuangan.
  • Menentukan perbedaan model akuntansi biaya terkini dan konvensional.
  • Menjelaskan perbedaan akuntansi inflasi di AS, Inggris, dan Brazil.
  • Memahami pelaporan keuangan dalam perekonomian hiperinflasi.
  • Mengetahui apakah dollar konstan atau biaya kini lebih baik untuk mengukur pengaruh inflasi.
  • Definisi penurunan ganda (double dip) dan menjelaskan cara penanganannya. 

Pembuka

Fluktuasi nilai mata uang dan perubahan harga uang atas barang dan jasa merupakan karakteristik yang tak terpisahkan dalam bisnis internasional.
Para anlisis keuangan harus memahami cara untuk penentuan dan penyesuaian perubahan harga. 

Definisi Perubahan Harga

Perubahan harga umum:
  • inflasi
  • deflasi
Perubahan harga spesifik
Perlu memahami istilah akuntansi. 

Laporan Keuangan dan Perubahan Harga

  • Selama periode inflasi, laporan keuangan bisa menyesatkan   
Nilai aktiva ------> beban rendah -----> laba tinggi
Lalu akan berdampak pada pajak, deviden, gaji dan upah, dan kebijkan perusahaan.
  • Ketidakakuratan ini akan mendistorsi:
  1. Proyeksi keuangan
  2. Anggaran
  3. Kinerja 

Jenis Penyesuaian Inflasi 

Penyesuaian tingkat harga umum:
  • indeks harga
  • penggunaan indeks harga
  • obyek penyesuaian tingkat harga umum
Penyesuaian biaya kini:
  • Aktiva tetap dinilai berdasarkan biaya kini
  • Laba adalah resources yang bisa didistribusikan dalam suatu periode 

Sudut Pandang Terhadap Akuntansi Inflasi

  1. Beberapa negara mencoba metode akuntansi inflasi yan berbeda-beda.
  2. AS pada tahun 1979 melalui FSAB mengeluarkan SFAS 33 tentang pelaporan keuangan dan perubahan harga dan SFAS 89 melaporkan pengaruh atas harga yang berubah.
  3. Inggris melalui ASC menerbitkan SSAP 16 untuk metode pelaporan akun-akun yang disesuaikan karena inflasi.
  4. Akuntansi inflasi di Brazil menentukan bahwa penyesuaian inflasi aktiva permanen dan ekuitas disajikan bersih dan terpisah dengan laba kini.
ASC (Accounting Standard Committee), SSAP (Statement of Standard Accounting Practices) 

Badan Standar Akuntansi Internasional 

  1. International Accounting Standards Board (IASB) menyatakan dalam International Accounting Standards (IAS) 29 tentang Pelaporan Keuangan dalam Perekonomian Hiperinflasi.
  2. Perusahaan yang melakukan pelaporan harus mengungkapkan: Fakta, Kerangka dasar penilaian aktiva, Identitas dan tingkat indeks harga , dan Keuntungan atau kerugian moneter.

 Isu-isu Tentang Inflasi

  1. Perlakuan keuntungan dan kerugian inflasi
  2. Keuntungan dan kerugian kepemilikan
  3. Akuntansi untuk inflasi di luar negeri
  4. Menghindari kejatuhan ganda 
Sumber: Bapak Sigit Sukmono-Akuntansi Internasional




Juni 09, 2012

Bab 5 Pelaporan dan Pengungkapan


Tujuan Belajar:
1.    Menjelaskan bagaimana praktek pengungkapan akuntansi dipengaruhi oleh perbedaan tata-kelola keuangan perusahaan di suatu negara.
2.      Memahami persoalan-persoalan penting yang mempengaruhi keputusan manajemen untuk membuat pengungkpan keputusan.
3.      Mengidentifikasi tujuan pengungkapan akuntansi dalam pasar ekuitas.
4.  Memahami perbedaan mendasar praktek pengungkapan keuangan perusahaan dalam berbagai aspek.

Perkembangan Pengungkapan
1.      Pengungkapan Sukarela.
2.      Ketentuan Pengungkapan.
3.      Debat Pelaporan Keuangan SEC AS.

Praktek Pelaporan dan Pengungkapan
1.      Pengungkapan Informasi yang Melihat Masa Depan.
2.      Pengungkapan Segmen.
3.      Laporan Arus Kas dan Arus Dana.
4.      Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial.
5.      Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna L/K Non-Domestik dan atas Prinsip yang Digunakan.
6.      Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan.
7.      Pengungkapan dan Pelaporan Bisnis Melalui Internet.

Pengungkapan Laporan Tahunan di Negara-Negar Pasar Berkembang
Para investor menuntut informasi yang tepat waktu dan kredibel. Regulator merespons dengan membuat ketentuan pengungkapan lebih ketat melalui upaya pengawasan dan penegakan aturan. 
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan perusahaan di negara berkembang secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel, hingga terjadi krisis ekonomi tahun 1997.
Studi tahun 1990-an tingkat Pengungkapan dan kualitas laporan negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju.
Jumlah Auditor di negara berkembang lebih rendah dibadingkan negara maju.

Implikasi Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan dan Para Manajer
Meskipun pengungkapan sangat dipengaruhi biaya, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela tetap semakin meningkat di seluruh dunia
Manajer perusahaan yang tingkat pengungkapannya rendah harus berupaya meningkatkan karena memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan.
Misalnya, pengungkapan segmen dan rekonsiliasi ternyata memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Sumber:  Bapak Sigit Sukmono-Akuntansi Internasional